MANAJEMEN PERSONALIA ISLAMI SEBAGAI PEMBENTUK
SDM BERKUALITAS
Oleh
Salman Abdun Nashiir
Pendahuluan
Ekonomi syariah muncul dengan
membawa konsep ekonomi yang sesuai dengan ketentuan hukum syariah. Produksi
dengan faktor-faktornya tidak luput dari pembahasan di dalamnya. Sumber daya
manusia merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi produksi. Dari
faktor-faktor lainnya SDM merupakan faktor yang paling penting karena tanpa
adanya SDM maka faktor-faktor lainnya tidak efisien dan efektif ketika
dioperasikan. Oleh karenanya, penting bagi perusahaan untuk mengatur SDM
sehingga dapat mencapai tujuan dari perusahaan.
Pembahasan
Manajemen personalia dikutip Ismail dan
Karebet (2002) dari Straub dan Attner adalah manajemen sumber daya manusia bila
dalam perusahaan berskala besar, sebenarnya merupakan penjabaran dari fungsi
pengarahan (actuating) atau lebih khusus lagi adalah fungsi staffing dalam
suatu organisasi bisnis. Manajemen personalia didefinisikan sebagai pengelolaan
dan pendayagunaan sumber daya yang ada pada individu pegawai, terdiri atas
rangkaian proses: perencanaan sumber daya manusia, rekrutmen, seleksi,
orientasi, pelatihan dan pengembangan, penilaian kinerja, kompensasi,
keputusan-keputusan berkaitan dengan hubungan kerja.
Lebih lanjut Fahad dan Irfan (2016) berpendapat bahwa manajemen
sumber daya insani ialah suatu perencanaan yang matang dalam mengorganisir
suatu tujuan secara berkesinambungan (suistnabel) melalui
potensi-potensi yang dimiliki manusia untuk pencapaian dan keseimbangan suatu
tujuan yang ingin dicapai, baik yang bersifat materi maupun yang bersifat
abstrak/immaterial.
Selain itu, Veithzal (2009) berpendapat
bahwa manajemen SDM dapat diartikan sebagai sebagai pengelolaan dan
pendayagunaan sumber daya yang ada pada individu. Pengelolaan dan pendayagunaan
tersebut dikembangkan secara maksimal di dalam dunia bisnis untuk mencapai
tujuan perusahaan dan pengembangan individu manusia yang ada dalam perusahaan
itu secara terpadu. Tujuan yang hendak diklarifikasi dari penerapan manajemen
ini adalah meningkatkan kontribusi produktif orang-orangyang ada dalam
perusahaan melalui sejumlah cara yang bertanggung jawab secara strategis, etis,
dan sosial. Manajemen SDM mempengaruhi keberhasilan setiap perusahaan atau
organisasi karena manajemen SDM mendorong para manajer dan tiap karyawan untuk
melaksanakan strategi-strategi yang telah ditetapkan oleh perusahaan.
Pada model manajemen ini, perusahaan mengelola dan mendayagunakan
sumber daya manusia yang ada di
perusahaan demi tercapainya tujuan perusahaan. Pengelolaan ini haruslah
dikelola dengan baik agar SDM yang ada di perusahaan memahami visi dan misi
perusahaan sehingga memudahkan perusahaan untuk mencapai tujuannya baik yang
bersifat materi maupun imaterial. Pengelolaan yang dilakukan oleh perusahaan
dimulai dari tahap perencanaan, perekrutan, penyeleksian, orientasi, pelatihan
dan pengembangan, penilaian kinerja, kompensasi, keputusan-keputusan berkaitan
dengan hubungan kerja.
Dalam praktik manajemen personalia dalam islam tidak berbeda jauh
dengan yang tidak. Manajemen personalia dalam islam haruslah dilandasi bahwa
manusia diciptakan untuk beribadah dimuka bumi. Selain itu, Allah dalam
beberapa firmannya menuyuruh manusia untuk melakukan amar ma’ruf nahi munkar.
Jadi dalam prakteknya selain dituntut profesionalisme dalam bekerja, manusia
juga haruslah mengetahui bahwa apa yang mereka kerjakan haruslah ada nilai
ibadah serta harus sesuai dengan hukum islam sehingga hasil yang dicapaipun
bukan hanya yang bersifat material tapi juga non material.
Dalam manajemen personalia dalam islam selain pengelolaan dan pendayagunaan sumber daya yang ada pada
individu pegawai, terdiri atas rangkaian proses: perencanaan sumber daya
manusia, rekrutmen, seleksi, orientasi, pelatihan dan pengembangan, penilaian
kinerja, kompensasi, keputusan-keputusan berkaitan dengan hubungan kerja yang
mana semua strategi ini mempunyai nilai-nilai islami, Ismail dan Karebet menambahkan
tiga aspek pembinaan SDM muslim: pembinaan kepribadian islam, pembinaan
keahlian dan pembinaan kepemimpinan. Kepribadian islam adalah perpaduan antara
cara berpikir islami dan sikap jiwa islami. Pembinaan kepribadian islam dalam
diri seseorang dapat dilakukan dengan dua cara; mewujudkan akidah islamiyah
kepada diri seseoarang agar dia jadikan akidah atau pandangan hidupnya dan
membangun cara berpikir dan kecenderungan atas dasar akidah islamiyah.
Pembinaan keahlian sebagai lanjutan dari program pendidikan dan pelatihan SDM.
Pemimpinan selalu terkait dengan tanggung jawab, kewenangan dan hak pengambilan
keputusan. Oleh karenanya, pembinaan kepemimpinan sangat penting dalam manajemen personalia dalam islam karena ini akan sangat berpengaruh
kepada arah dari perusahaan yang akan dipimpin. Dengan adanya tambahan
penerapan ini maka terbentuklah manajemen personalia yang islami dan dapat
membantu perusahaan dalam mencapai tujuannya.
Kesimpulan
Manajemen
personalia mempunyai peran penting dalam tercapainya tujuan perusahaan. Dengan
adanya manajemen personalia diharapkan dapat meningkatkan kualitas SDM. Manajemen
personalia islam mengedepankan tiga aspek utama yaitu pembinaan kepribadian
islami, pembinaan keahlian dan pembinaan kepemimpinan. Adanya manajemen personalia
diharapkan membentuk SDM berkualitas sehingga SDM akan membantu perusahaan dalam
mencapai tujuannya yang bersifat materil (Ad-Dunya) dan non materil (Al-Akhiroh).
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an
Rivai, Veithzal, 2009, Islamic
Human Capital, Jakarta: Rajawali Pers
Yusanto, Muhammad Ismail dan
Muhammad Karebet Widjajakusuma, 2002, Menggagas Bisnis Islami, Jakarta:
Gema Insani Pers
Al Hasan, Fahadil Amin dan Muhammad
Irfan Maulana, 2016, Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Insani Di Lembaga Keuangan
Syariah Dalam Menghadapi Persaingan Global dalam Sosio Didaktika: Social
Science Education Journal
Hardana, Ali, Manajemen Sumber Daya
Insani dalam Journal Al-Masharif, Vol 3. No. 1, Januari-Juni 2015
Comments
Post a Comment